Minggu, 30 Juli 2017

KPTKJ


Pengembangan Ide Proyek


1.     Identifikasi dan formulasi proyek 


Langkah pertama dalam siklus proyek adalah mengidentifikasi isyu yang mungkin dapat ditangani oleh suatu proyek. Biasanya untuk ini diperlukan ‘penilian kebutuhan’ untuk mengetahui apa saja kebutuhan masyarakat dan siapa saja yang terpengaruh. Hanya pada waktu kita mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, kita dapat merancang proyek yang efektif. ‘Penilaian Kebutuhan’ ditindak lanjuti dengan ‘penilaian kapasitas’ untuk mengetahui kekuatan apa saja yang dimiliki oleh masyarakat tersebut yang dapat digunakan untuk menangulangi masalah yang ada.

Proyek harus bertujuan untuk memperkuat kelemahan yang ada. Beberapa orang memilih untuk mengunakan istilah ‘appreciative enquiry’ dari pada ‘penilaian kebutuhan’ dan ‘penilaian kapasitas’. Dalam hal ini, proses dimulai dengan ‘penilaian kapasitas’ dengan bertanya kepada masyarakat untuk mengidentifikasi sumber daya yang dimiliki dan harapan mereka untuk mengunakannya di kemudian hari.


Identifikasi (Analisa): 

·        Mendalami
·        Meneliti
·        Menggali

Formulasi:

·        Penemuan
·        Bahan
·        Resep

Latar belakang:

·        Metologi
·        Cara Kerja
·        Kerangka


1.     Bimbingan Proyek kerja
2.     Pencarian dana subsidi
3.     Projek konsultasi: Pihak ketiga yang membantu kita
4.     Mind Map adalah sebuah metode untuk mengelola informasi secara menyeluruh.

Secara lengkap Mind Map dapat digunakan untuk:

·        menyimpan informasi
·        mengorganisasikan informasi
·        membuat prioritas
·        belajar memahami informasi dalam konteksnya
·        melakukan review atas sebuah materi pembelajaran
·        mengingat informasi secara lengkap


Agar dapat memenuhi fungsi-fungsi di atas maka informasi dalam Mind Map disajikan dengan cara menggabungkan kata dan gambar. Kata yang dipilih merupakan kata kunci (keyword) yang dapat memberikan efek stimulasi baik dalam logika berpikir maupun secara emosional. 

Sedangkan gambar yang dipilih disesuaikan dengan asosiasi terhadap kata kunci sehingga berfungsi mengaktifkan kelima indra dan kreativitas. Lewat penggunaan gambar, informasi yang dicatat seolah-olah bisa didengarkan, disentuh, dirasakan, dicium dan dilihat.

Supaya ide ini tampil perlu:


1.     Belajar
2.     Latihan
3.     Investigasi
4.     Eksekusi

Senin, 24 Juli 2017

Definisi Tim Kerja

KPTKJ

1. Definisi Tim Kerja:
 
Tim merupakan kumpulan dari beberapa orang yang bekerja sama secara solid yang terlihat oleh sistem dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

*Mengapa di bentuk tim:
  • Menyelesaikan pekerjaan lebih mudah
  • Saling bekerja sama
  • Rasa aman
  •  Diakui status(pengakuan)
  •  Interaksi Dan afiliasi
  •  Kekuasaan

*Tahapan pembentukan tim
  • Forming(pembentukan) : fase awal dimana keadaan ketidakpastian akan tujuan.
  • Storming (Merebut Hati) : Dicirikan adanya konflik intra kelompok tetapi menolak pengendalian oleh individu tertentu. Fase ini berakhir manakala mendapatkan hirarki kepemimpinan.
  •  Norming  :  Adanya perkembangan hubungan dan kelompok menunjukan koesi, pada fase ini berakhir dengan adanya struktur kelompok yang semakin solid
  •  Performing : Fase ini memperlihatkan fungsi kelompok berjalan dengan baik dan diterima dengan anggota.
  • Anjourning (Pengakhiran) : Fase ini merupakan fase terakhir yang ada pada kelompok yang bersifat temporer , yang didalamnya tidak lagi berkenaan dengan pelaksanaan tugas-tugas tetapi dengan berakhirnya rangkaian kegiatan.

2. Pembagian peran kepemimpinan

            Agar suatu tim menjadi efektif suatu tim diharapkan terdiri dari orang-orang yang ditempatkan pada posisi yang benar-benar sesuai dengan kompetensinya. Suatu kelompok harus mempunyai:
  1. Seorang pemimpin (ketua), yaitu seorang pemikir yang disiplin yang bertugas mengkoordinir tim, memelihara keseimbangan usaha dan menjadi titik tumpu tim dalam menjaga posisi mereka
  2. Seorang pembentuk, orang yang memiliki kemampuan untuk memberikan dinamika dan pengarahan kepada tim, menyediakan motivasi,kreatif.
  3. Seorang pemikir yang dapat menyediakan gagasan bagi kemajuan tim.
  4. Seorang pengevaluasi, yang dapat mengevaluasi permasalahan yang ada dan hasil kerja tim.
  5. Seorang penyelidik sumberdaya, yang menyediakan informasi dan jejaring sosial serta relasi.

3. Beberapa Masalah Utama Tim Kerja

  • Kepemimpinan, Masalah kepemimpinan bersifat strategis karena dapat menentukan efektif tidaknya proses kelompok.
  • Pengambilan keputusan dan pemecah masalah. Pengambilan keputusan dan pemecah masalah. Pengambilan keputusan dari pemecah masalah biasanya merupakan inti dari tugas atau misi kelompok. Pengambilan keputusan kelompok di dalam praktek biasanya lebih banyak sulitnya dibanding mudahnya.
  • Komunikasi, Kelompok merupakan kumpulan dari para individu yang berinteraksi satu sama lain sehingga masalah komunikasi memegang peran sentral.
  • Konflik, Perbedaan kepentingan dan harapan-harapan yang ada di dalam kelompok boleh jadi tidak dihindari hal ini tidak berpotensi menjadi konflik sehingga sasaran yang ditetapkan gagal dicapai atau bahkan bisa membuyarkan kelompok itu sendiri.

4. Kriteria Anggota Tim Kerja

1. Analisis Pekerjaan, Analisis pekerjaan, merupakan suatu proses untuk menentukan isi suatu pekerjaan, sehingga pekerjaan dapat dijelaskan kepada orang lain.
2. Rekrutmen, Seleksi dan Orientasi, Tenaga kerja yang diperlukan proyek dapat diperoleh dari salah satu atau beberapa sumber yaitu:

  1.   Induk atau anak perusahaan (apabila proyek dimiliki oleh kelompok perusahaan)
  2.  Daerah sekitar lokasi dan tempat proyek 
  3. Sumber tenaga kerja nasional
  4. Sumber tenaga kerja internasional-individual expert, subcontracting, technical assistances, manajemen assistances

3. Produktivitas, Produktivitas mengandung arti sebagai perbandingan antara hasil yang dicapai(output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan(input).
4. Pelatih dan pengembangan, Program latihan dan pengembangan bertujuan untuk menutupi gap antara kecakapan karyawan dan permintaan jabatan.
5. Prestasi Kerja, Hasil penilaian prestasi kerja karyawan dapat memperbaiki keutusan-keputusan personalia dan memberikan umpan baik kepada karyawan tentang pelaksanaan kerja mereka
6. Kompensasi, Cara manajemen untuk meningkatkan prestasi kerja, notivasi, dan kepuasan kerja para karyawan adalah melalui kompensasi.