ADMINISTRASI SERVER
1.
Konversi biner dengan 8 deret
angka perpangkatan 2
2.
Hitung NID, BID, Range
3.
Hitung NID, BID, Range
dengan cara cepat
4.
Tracer 2 jaringan (network)
berbeda, jelaskan range
5.
Tracer dengan DNS server
6.
Tracer dengan sharing printer
7.
Sharing dengan internet dengan
virtual box
8.
Instalasi mikrotik
9.
Perintah-perintah mikrotik
10.
Setting jaringan mikrotik di
virtual box dengan windows
JAWABAN
1. Konversi biner dengan 8 deret
perpangkatan 2
128 64 32 16 8 4 2 1
1 1 1 1 1 1 1 1 = 225
Jika konversi
biner dari 192
128 64 32 16 8 4 2 1
1 1 0 0 0 0 0 0 = 192
Jika konversi
dari 9
128 64 32 16 8 4 2 1
0 0 0 0 1 0 0 1 = 9
2. NID
Konversikan terlebih dahulu IP Address dan Netmask ke dalam bentuk biner,
kemudian gunakan logika AND seperti berikut.
Network ID= IP Address AND Netmask
192.168.5.34 AND 255.255.255.0
11000000.10101000.00000101.00100010 AND 11111111.11111111.11111111.00000000 =
11000000.10101000.00000101.00000000
BID
Konversikan terlebih dahulu IP Address dan Netmask ke dalam bentuk biner,
kemudian gunakan logika OR seperti berikut.
Broadcast ID= IP Address OR Netmask
192.168.5.34 OR 255.255.255.0 = 11111111.11111111.11111111.00100010
RANGE
NID + 1 hingga BID – 1
192.168.5.35 – 192.168.5.33
3. CARA CEPAT:
IP Address : 172.168.8.5
Netmask : 255.255.255.240
a. Hitunglah Network ID,
Broadcast ID, dan Range IP
Cara cepat ini dengan menggunakan rumusan yang
saya cantumkan di atas…
b. Subnet yang tersedia dari 255.255.255.240 adalah….
Rumus: 2^x dimana x adalah jumlah dari angka 1
240 diubah menjadi biner = 11110000 — >
jumlah angka 1 ada 4, jadi 2^4 = 16
Maksimal Subnet yang dapat digunakan = 16
Jumlah Host….
c. Rumus: 2^y-2 dimana y adalah jumlah angka dari 0
240 diubah menjadi biner = 11110000 — >
jumlah angka 0 ada 4, jadi 2^4-2 = 14
Jumlah Host per-Subnet = 14
Subnet ID dan Broadcast ID…
d. Rumus : 256 - 240 = 16
Subnet ID = 172.168.8.0
Broadcast ID = 172.168.8.15
Jadi, range IP Address yang bisa dipakai 172.168.11.1 -
172.168.11.14
4. Membuat 2
jaringan dengan 4 PC subnet masknya sama dan PC lain berbeda
Atur terlebihi dahulu phisycal router dengan cara mematikannya terlebih
dahulu router dan drag PT-ROUTER-NM-1CFE
ke tempat router yang kosong kemudian nyalakan router kembali dan buka config
klik :
FastEthernet0/0 di port status klik on lalu setting
: IP Address 180.190.8.1
Subnet
Mask 255.255.255.248
FastEthernet1/0 di port status klik on lalu setting
: IP Address 180.190.8.33
Subnet
Mask 255.255.255.248
FastEthernet6/0 di port status klik on lalu setting
: IP Address 180.190.8.85
Subnet
Mask 255.255.255.248
Pada PC0 : IP
Address 180.190.8.2
Subnet
Mask 255.255.255.248
Default
Gateway 180.190.8.1
Pada PC1 : IP
Address 180.190.8.3
Subnet
Mask 255.255.255.248
Default
Gateway 180.190.8.1
Pada PC2 : IP
Address 180.190.8.35
Subnet Mask 255.255.255.248
Default
Gateway 180.190.8.1
Pada PC3 : IP
Address 180.190.8.81
Subnet
Mask 255.255.255.248
Default
Gateway 180.190.8.1
5. Tracer dengan DNS server
Atur phisycal router dengan cara
mematikannya terlebih dahulu router dan drag
PT-ROUTER-NM-1CFE ke tempat router yang kosong kemudian nyalakan router
kembali dan buka config klik :
FastEthernet0/0 di port status klik on
lalu setting : IP Address
192.168.8.13 Subnet
Mask 255.255.255.240
FastEthernet1/0 di port status klik on
lalu setting : IP Address 190.180.0.5 Subnet
Mask 255.255.255.240
FastEthernet2/0 di port status klik on
lalu setting : IP Address
120.130.8.7
Subnet Mask 255.255.255.240
Pada Switch0 terdapat 1 server dan 2 user yang tersambung oleh
kabel Straight
Pada Server: IP
Address 192.168.8.10
Subnet
Mask 255.255.255.240
Default
Gateway 192.168.8.13
Kemudian klik Server > Service >
DNS lalu nyalakan DNS Service dan tambahkan resource code
Pada PC0
: IP Address 192.168.8.11
Subnet
Mask 255.255.255.240
Default
Gateway 192.168.8.13
Pada PC1 : IP
Address 192.168.8.12
Subnet
Mask 255.255.255.240
Default
Gateway 192.168.8.13
Pada Switch1 terdapat 1 server, 1 user dan 1
wireless device yang tersambung oleh kabel Straight dan 2 user laptop yang
tersambung oleh 1 wireless device
Pada Server: IP Address 192.168.8.12
Subnet
Mask 255.255.255.240
Default
Gateway 192.168.8.13
Kemudian klik Server > Service > DNS lalu
nyalakan DNS Service dan tambahkan resource code
Pada PC2 : IP
Address 192.168.8.12
Subnet
Mask 255.255.0.0
Default
Gateway 192.168.8.13
Sebelum mengatur IP laptop terlebih dahulu agar
laptop bisa menyambung ke wireless device dengan cara klik Laptop lalu turn off
kan laptop setelah itu drag tempat FastEthernet keluar hingga tersisa ruang
kosong untuk memasukan WPC300N atau wireless connection, setelah dimasukan turn
on kembali laptop, lalu setting IP tiap laptop jika sudah tersambung:
Pada Laptop0 : IP Address 190.180.0.4
Subnet
Mask 255.255.0.0
Default
Gateway 190.180.0.5
Pada Laptop1 : IP Address 190.180.0.3
Subnet
Mask 255.255.0.0
Default
Gateway 190.180.0.5
Pada Switch2 terdapat 1 server dan 1 user yang
saling terhubung dengan kabel Straight
Pada Server: IP Address 120.130.8.5
Subnet
Mask 255.255.224
Default
Gateway 192.168.8.15
Kemudian klik Server > Service >
DNS lalu nyalakan DNS Service dan tambahkan resource code
Pada PC3 : IP
Address 120.130.8.6
Subnet
Mask 255.255.255.224
Default
Gateway 192.168.8.15
6. Tracer dengan sharing printer
Pertama-tama kita siapkan terlebih
dahulu beberapa langkah sepertiberikut:
·
5 pc
·
3 laptop
·
2 printer
·
2 switch dan
·
1 router
Setelah itu kita buat seperti contoh di
bawah ini
Kemudian kita sambungkan kabel pada
masing-masing pc laptop switch printer dan router
default gateway fastethernet0/0 yaitu 192.168.8.1 dan fastethernet0/0/1
yaitu 10.10.10.1
supaya lampunya berubah berwarna hijau
maka on kan routernya yaitu untuk fastethernet0/0
klik routernya pilih config lalu
fastethernet0/0 maka akan muncul seperti ini dan ubah ip routernya pada masing2
fastethernet
Kemudian kita ubah semua ip pada masing2
ip contoh ip pc0 192.168.8.2 dan default gatewaynya tambahkan sesuai fast ethernetnya
yaitu 192.168.8.1 contoh
Klik pc0 lalu klik destkop kemudian klik
ip config dan masukan ip address dan default gatewaynya
Kemudian kita atur printer pc nya yaitu
harus 1 kelas dan 1 jaringan dengan pc dan jangan di tambah default gatewaynya
jika ingin laptop tidak terhubung ke printer nya
Yaitu klik printer lalu klik config
kemudian klik fast ethernet0 lalu masukan ipnya
Begitu juga dengan laptop kita atur
masing2 ip laptop yaitu 10.10.10.12 sesuai dengan default gatewaynya
disini saya kasih contoh default gatewaynya yaitu 10.10.10.1
Kemudian kita atur ip printer nya yaitu
harus 1 kelas dengan masing-masing laptop seperti contoh nya ip printernya yaitu 10.10.10.10
Kemudian kita klik printer laptop lalu
klik config kemudian klik fastethernet0
yaitu
Kemudian laptop dan pc bisa
berkomunikasi dan printer laptop hanya bisa berkomunikasi dengan laptop saja
begitu juga dengan printer pc jika kita ingin printer laptop berkomunikasi
dengan pc maka kita hanya tinggal menambahkan default gateway nya saja pada
printer laptop itu begitu juga dengan printer pc.
klik kanan pada ikon internet
· Pilih Open Network and Sharing Center, akan muncul gambar seperti dibawah
ini.
· Kemudian pilih Change adapter settings,
· Kemudian klik kanan pada wifi, dan pilih properties
· Pada laptop B. Pertama buka virtualbox, kamu harus sudah menginstall
Operasi Sistem di VirtualBox, disini saya menggunakan Windows7. Klik pengaturan
· Setelah kita masuk ke menu Pengaturan, pilih yang Jaringan,
lihat menu sebelah kanan Adapter 1, ceklis Fungsikan
adaptor jaringan dan pilih : NAT, setelah itu klik OK
· Setelah itu Mulai virtualBox yang sudah di install Operasi Sistem
(Windows7)
· Setelah masuk ke Operasi sistem win7 di virtualbox lihat icon bar yang ada
pada desktop windows sebelah kanan bawah, apabila icon komputer muncul seperti
dibawah ini maka sudah langsung terkoneksi internet. Pastikan komputer anda
sudah tersambung ke internet terdahulu
· Untuk mengetahui sudah tersambung internet, buka saja browser dan ketikan
situs internet yang anda inginkan. Dari setting network pada type NAT ini pada
virtual box hanya bisa untuk internet saja karena pada kompuer anda settingan
jaringannya disamakan dengan virtualbox jadinya apabila tersambung internet
maka virtual juga akan tersambung.
8. Instalisasi mikrotik
klik
New > name Mikrotik, type dan version bisa diisi other. Kemudian
klik next > alokasi memory dan hardisk bisa disesuaikan
kebutuhan, atau dapat klik next sampai selesai untuk settingan default.
Klik menu Settings > Storage
> Pada Controller: IDE pilih Empty > kemudian masukan RouterOS
Mikrotik yang telah di download pada CD/DVD Drive.
|
RouterOS Mikrotik di Virtualbox
|
|
Masih di menu Settings
> Network > ubah menjadi Host-only Adapter > OK.
|
Host-only Adapter Virtualbox
|
Jalankan Mikrotik, Klik Start
pada Virtualbox.
Setelah masuk, terdapat beberapa services yang
dapat kita install di Virtualbox. Jika ingin install semua service tekan 'a'
untuk select all, kemudian tekan 'i' untuk install.
|
Memilih Service Mikrotik di Virtualbox
|
Do you want to keep old configuration? > pilih n
Warning: all data on the disk will be erased! Continue? >
pilih y. Tunggu sampai proses instalasi selesai.
Sebelum reboot pastikan
hilangkan checklist pada mikrotik-6.15.iso. Klik kanan pada icon
disk pada virtualbox. Setelah itu enter untuk reboot.
|
Instalasi Mikrotik di Virtualbox
|
Jika benar, setelah reboot akan muncul login
RouterOS Mikrotik. Login menggunakan user admin, password [dikosongkan]
> enter.
Login Mikrotik
Tampilan Mikrotik di Virtualbox
Selesai. Sampai tahap ini Anda
bisa belajar konfigurasi Mikrotik via command/terminal.
9.
Perintah-perintah di mikrotik
1. Cara setting ip static
Untuk memberi IP address pada mikrotik ikuti langkah-langkah berikut:
1. Login ke mikrotik anda.
2. Selanjutnya tampilkan interface
anda dengan menggunakan perintah " interface print "
3. Lihat nama dari masing-masing
interface karena kita akan memberi IP address pada masing-masing interface
berdasarkan nama interfacenya. Untuk interface defaultnya biasanya bernama
ether1 dan ether2.
4. Untuk memberi IP address ketikan
perintah " ip address add address=192.168.1.1 netmask=255.255.255.0
interface ether1 " kemudian tekan enter.
5. Untuk melihat hasilnya ketikan
" ip address print "
6. Ulangi perintah diatasdan ubah IP
address yang digunakan dan nama interfacenya.
2. Cara setting ip DNS
Berikut
adalah langkah-langkah setting dns pada mikrotik:
“ip dns set servers=202.134.1.10,202.134.0.155”
Untuk melihat hasilnya masukan perintah "ip dns print"
3. Melihat ethernet yang aktif
Untuk
dapat menggunakannya secara terpisah menjadi independent lakukan perintah
berikut:
Memeriksa status ethernet
> internet ethernet print
Output interface ethernet print
Bisa dilihat dari output diatas, dapat disimpulkan bahwa MASTER-PORT dari ether
3,4,5 adalah ether2-master-local. Untuk membuatnya independen (terpisah),
gunakan perintah berikut:
> interface ethernet set 2 master-port=none
> interface ethernet set 3 master-port=none
> interface ethernet set 4 master-port=none
4. Melihat ip address
Yaitu
ketik “ip address print”
5. Melihat MAC address
Perintah untuk menggunakan MAC
Scan (misalnya untuk melihat semua MAC Address dari komputer yang terhubung ke
ether2) dapat dilihat sebagai berikut :
[admin@gateway] > tool mac-scan ether2
MAC-ADDRESS
ADDRESS AGE
00:0A:B8:9E:FF:01
192.168.10.2 61
00:1E:68:55:A9:D8
10.10.10.2 1
18:03:73:9A:01:97 10.10.10.3
4
-- [Q quit|D dump|C-z pause]
6. Merestart mikrotik
Perintah untuk restart mikrotik, ketikkan :
[admin@MikroTik]>system reboot (Untuk restart)
7. Mematikan mikrotik
Perintah untuk shutdown mikrotik, ketikkan :
[admin@MikroTik]>system
shutdown (Untuk shutdown)
Perintah-
perintah lainnya
1.
Perintah untuk merubah nama mesin
Mikrotik , ketikkan :
[admin@MikroTik]>/system
identity
[admin@MikroTik]>system
identity > set name=proxy
Untuk melihat hasil konfigurasi ,
ketikkan “print” atau “pr”
Contok [admin@MikroTik]system indentity>pr name:”proxy”
Lalu
console berubah menjadi [admin@proxy]
2.
Perintah merubah password mesin
MikroTik , ketikkan
[admin@proxy]>/ password
[admin@proxy]password>old password (jika sebelumnya anda belum mengeset password maka ketikkan kosong)
[admin@proxy]password>new password :……(ketikkan password yang baru)
[admin@proxy]password>retype new password: ……..(masukkan sekali lagi passowrdnya)
3.
Perintah untuk melihat kondisi
interface pada Mikrotik Router :
[admin@Mikrotik] > interface print
Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running
#
NAME
TYPE
RX-RATE TX-RATE MTU
0 R
ether1
ether
0 0
1500
1 R
ether2
ether
0
0 1500
[admin@Mikrotik]>
Jika
interfacenya ada tanda X (disabled) setelah nomor (0,1), maka periksa lagi
etherned cardnya, seharusnya R (running).
10. Setting
jaringan mikrotik di virtual box dengan windows
Pada OS Host (dalam contoh ini menggunakan windows
7) setting IP address untuk interfaces Host-Only Adapter. Caranya
ke Control Panel > Network and Internet > Network Connections.
Nanti akan terlihat daftar interface jaringan yang ada, pilih yang Host-only
adapter, kemudian setting IP address nya. Sebagai contoh, lihat gambar
berikut.
Selanjutnya, nyalakan komputer, jangan lupa settingan network pilih jenis
adapter Host-only adapter. Jika belum disetting, ya segera
disetting. Caranya bisa malalui menu network pada windows awal
vortualbox, atau bisa langsung pada window OSnya.
Perhatikan gambar dibawah, cara dibawah ini langsung melalui windows OS
nya. Pada bagian icon yang berada pada pojok bawah, klik kanan icon network,
kemudian pilih network setting.
Kemudian pada atached to, pilih host-only adapter, Name
biarkan default, Promiscuous Mode pilih Allow All. Jika
sudah klik Ok.
Sekarang setting IP address pada komputer guest (Dalam contoh ini saya
menggunakan Ubuntu Server). Pada gambar dibawah IP address telah disetting, dan
saya menjalankan perintah ifconfig eth0 untuk melihat konfigurasinya.
Setelah kedua komputer (Host dan Guest) sudah terkonfigurasi IP address-nya
masing-masing, lakukan pengecekan koneksi dengan menggunakan Ping..
Komputer Host berhasil melakukan ping ke komputer virtualbox, dan begitu
sebaliknya.