Rabu, 20 April 2016

Cara Reset IP yang tidak bisa DHCP



BeberapaPetunjuk Troubleshooting DHCP
Layanan DHCP sangat vital dalamsuatujaringankomputer, kemampuanmelakukan troubleshooting DHCP tidakkalahpentingnyajugabuat administrator jaringan.
Sekilas
Dalam suatuinfrastruckturjaringankomputer dalamsuatuorganisasi, salahsatukomponenpentingpendukungnyaadalah DHCP server. Untukitu, adalahsangatpentingbuat administrator jaringanuntukbisamelakukan troubleshooting DHCP server terhadapsegalabentukmasalah yang berhubungandengan DHCP server, baikmasalah yang timbulakibatkesalahan konfigurasidaninstalasi DHCP, sampaimasalahkecil yang menimpasebuah computer yang tidakbisamenerima IP address dari DHCP server ini.

Verifikasikankonfigurasi clients
Salah satuindikasikegagalansuatu DHCP adalahjikasebuahkomputer / client kehilangankoneksiterjadap resource-2 jaringanataupunjikasebuah client komputertidakbisamendapatkankoneksikejaringan kali pertama. Pilihankitaadalahmemastikanapakahiniberasaldari DHCP server, dari client itusendiri, ataudarisumberlainnya.




Pastikan client menerima IP
Salah satucaramemulai troubleshooting DHCP adalahdari client untukmemastikanbahwa client menerima IP address dari DHCP server. Andabisalakukan command line “ipconfig /all” dari prompt DOS c:\> (kalaudari Windows tekantombol Windows dan R bersamaan, terusketik CMD dantekan Enter). Bisadiperhatikan output dari “ipconfig /all” inimenunjukkanadanya DHCP enabled = YES. Iniberarti konfigurasi TCP/IP telahdikonfigureuntukmenerima IP address secaraautomatis, danjika DHCP server tersediamaka client tersebutharusnyasudahbisamenerimakonfigurasi IP address dari DHCP server.
Ataubisa di klikgambarkomputer di pojokkananbawahdanpilih tab Support, bisadiperhatikanjikasebuahkomputerbisamenerimakonfigurasidari DHCP server maka Connection status adalah “Address Type” = “Assigned by DHCP” (lihatgambar)

Gunakantombol “repair”
Padagambarditunjukkankalaukomputermasihjugabelum connect, bisa di kliktombol “Repair”. Ataujikaandapertama kali melihattandasegitigakuning yang menandakantidakmenerimakonfigurasidari DHCP server, cobakliktanda “Repair” ini.
Tahukahandaapa yang dilakukan computer dengan command “Repair” ini?
Ada 6 langkah yang dilakukanoleh Windows saatmelakukan proses “Repair” yaitusebagaiberikut:
1.    Melakukanpesan DHCP request untukmelakukanpembaharuan leasing IP address. Hal inimiripdengankalaumelakukan command “ipconfig /renew”
2.   Menghapus cache ARP, langkahinisamadengankalaukitamengetikkan command “arp –d *”
3.   Menghapus cache NETBIOS, yang samadengankalaukitamelakukan “nbtstat –R” pada command prompt
4.   Menhapus cache DNS, yang samadengan command prompt “ipconfig /flushdns”
5.   Melakukan register ulang NetBIOS name dan IP address dengan WINS server. langkahinisamadengan command prompt “nbtstat –RR”
6.   Register ulang computer name dan IP address dari client computer kepada DNS server dansamadengan command prompt “ipconfig /registerdns”
Jika client sudahbisamenerima IP address yang sesuaidenganjaringandantidakadapesan Warning adanya IP conflict, makabisadianggap client tidakadamasalahdenganadanya IP address.

Jika client diberikansebuah IP address yang ternyatasudahdigunakanoleh client lain pada jaringan local yang sama, makaakanterjadi warning message adanya address conflict. Andajugabisamemeriksa di event viewer adanya conflict address inisepertigambardiatas.
Jika IP address inidari DHCP server, makahaliniadalahpertandaadanya DHCP lain padajaringananda, atau re-deployment dari scope DHCP secara tiba-2.
Melacakadanya DHCP server lain
Untukmemastikannya, command dhcploc.exe (adapada windows support tool) bisadigunakanuntukmelacakadanya DHCP asingpadajaringan (karenabisasajaada yang isengbikin DHCP server). Setelahandamemastikan DHCP server yang lain sudahdimatikan, pertama kali naikkandulu “conflict detection attempt” baruperbaharui client dengan command “ipconfig /renew” atauklik “repair”. Atauandajugabisamenggunakan command line “shutdown /i” untukmerestartbeberapa remote komputersekaligus.

Kegagalanmendapatkan IP dari DHCP server
Jikaandamendapati output dari “ipconfig /all” menunjukkanadanya IP address dari APIPA (169.254.0.1 sampai 169.254.255.254), ataudari alternate configuration, pertama kali lakukan “ipconfig /renew” atauklik “repair”. Jikahasilnyamasihsama, halinimenunjukkanadanya:
1.    Tidakadanya DHCP server / DHCP relay agent pada range broadcast
2.   Putusnyakoneksi DHCP server
3.   DHCP server scope bermasalah
Bagaimanaandabisamemastikanadanya DHCP server pada broadcast range? Karena IP clients didapatdari IP address APIPA, makaandatidakbisamelakukan ping ke DHCP server karenabedajaringan. APIPA padarange 169.254.0.0 – 169.254.254.254 dengan subnet mask 255.255.0.0. makauntukituandaharusmemberikan IP address statiskepada client computer yang bermasalahinidengan IP pada range address yang samadengan DHCP server.
Gunakan “netshdhcp show”
Jika IP address statissudahdikonfigure, makaandabisamelakukan ping ke server DHCP. Jikaandatidakmengetahui IP address DHCP server makapada command prompt ketikkan “netshdhcp show”. jikahasil ping ke DHCP server berhasil – berartikoneksike DHCP server tidakbermasalah. Jikasudahbisadipastikanbahwakedua point 1 dan 2 tidakadamasalah, makakecurigaanbisakarenaadanyakonfigurasi scope IP address DHCP server.
Jikasemuaclientstidakmendapatkan IP addres, pastikanterlebihdahulubahwa:

1.    DHCP server instalasinya sempurna
2.   Konfigurasi DHCP server jugasempurna
3.   Authorized jugaberhasil, harusdari user Enterprise admin atau member Enterprise pada active directory domain anda.
Untukmemastikan scope IP address tidakbermasalah, makapastikanbahwa scope active dantidakhabissemuanyadipakaioleh clients. Andabisamelakukan yang berikut:
§  Re-authorized ulangbilaperlu.
§  Deactivate scope kemudianactivekanlagi.
§  Jika scope cepathabis, kurangidurasi lama sewa (lease time). Hal iniakanmempercepatpelepasan IP yang dipinjam clients (terutama yang tidakaktif).
§  Pada client jikagagal, selainmemastikankoneksike DHCP OK, pastikanjuga port UDP 67 dan UDP 68 tidak di block
Adakalanyasebuah PC tidakjugabisamendapatkankonfigurasi IP address dari DHCP server walaupun konfigurasi TCP/IP sudahdisetuntukmenerima IP address secaraautomatis. Hal inibiasanyaterjadipadakomputer yang habisdipakaipadakonfigurasikoneksi internet dengan ICS (Internet Connection Sharing). Andaharusmemancingnyaterlebihdahuludenganmemberikan IP address statis / manual pada range yang samadengan DHCP server. setelahitucoba ping ke DHCP server, jikaberhasilmakakembalikankonfigurasinyapada “Obtain IP address automatically” dan restart PC, ataucukuplakukan “ipconfig /renew” atauklik “repair”.

Selasa, 19 April 2016

Penyelesaian masalah melalui registry dan services



PENYELESAIAN MASALAH MELALUI REGISTRY DAN SERVICES
Registry Cleaner: Cara Mudah Mengatasi Masalah Registry Pada Windows 

Bagi pengguna komputer Windows kebanyakan ada satu software registry cleaner yang bisa membantu saya menyelesaikan masalah sampah ini. Saya dapat informasi tentang software ini karena saya kebetulan berlangganan sebuah majalah komputer. Saya coba dan ternyata memang terdeteksi begitu banyak registry sampah di komputer saya. Saya tidak tahu banyak tentang registry, karena itu saya gunakan saja program Ccleaner ini.

Ccleaner adalah sebuah aplikasi gratis yang menawarkan kemudahan dalam mengatasi masalah registry. Jika belum terinstall di komputer, silahkan download installer-nya disini.
Cara menggunakannya juga cukup sederhana. Buka programnya. Di bar sebelah kiri pilih 'Registry'. pastikan poin poin pada 'registry cleaner' ditandai semua (secara default biasanya sudah ditandai). kemudian click tombol 'Scan for issues'.  Tunggu bar proses hingga menunjukkan 100%. Ccleaner akan mencari registry yang bermasalah dan menunjukkannya pada daftar 'problem', dan langsung menandainya. Setelah itu, click 'Fix selected issues...'









Screenshot:



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUxx4iy4t3XmCWaesl95lsSzJ5mrAkScximPUmoMwVITxiVROQexYuO-4BO7he_pz_xBNZKlrzoptK9YRQ-b-mPO7aRTx5fasV0O__LLB0kdiOcB2SG8IcdLLRl_EcjMxlkYU5J1J-kVxh/s640/registry+cleaner3.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLGXDCfBfFUmJjNfjJn_3ELW23kD5qkZb9q1tQ1GcMFNDG5t581zDlEAMEuqMlT2ITXRXe7SXctfiWaG83fKimkFY0oizVQaWVN5iqFmm1MFQ8_l26v0PogmRGNvmuUA4yrP0VtqXGE5Xi/s640/registry+cleaner4.jpg
Sejauh yang saya alami, Ccleaner menyelesaikan masalah registry ini dengan baik, tanpa menimbulkan masalah baru. Jadi saya tidak perlu membuat backup. Tapi memang sebaiknya backup dibuat untuk mengantisipasi jika ada masalah.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkdIonZRoorS0WrMS50WJRgaa-NVCDfFQq_vP-hdI1Vx6Jw5HiYYMHalxMjj1wFDJxCRev_l0jH6ZkodyclbrFbMDE32wIB0gDLBcBoqA9ZObBpMimgdP-0n5WjSLSp-mVGB2QH5zABxmh/s640/registry+cleaner5.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJhcAdK1zChMRh3b66zWGjaWGBPtfbg6Ge1JdCKlgKJVpBYRoTmQjYL8qpeHNFTDqjaakYSHWtBavLx0J0hrIqIONf5HwxmgGiHZCKq64rdT_wIfVEl0_g0XDOb4qfuOodS1FFZ7TdnQi9/s1600/registry+cleaner6.jpg