Sabtu, 30 September 2017

Menganalisis Topik Proyek


ANALISIS TOPIK PROYEK

1.      Menentukan topik
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan topik
Darimanapun sumber topik diperoleh keputusan dan penentuan terakhir terletak pada siswa sendiri, oleh karena itu sebelum topik ditentukan dia harus terlebih dahulu menanyakan beberapa hal kepada dirinya sendiri:

1.      Apakah topik tersebut dapat dijangkau, dikuasai (Managable Topik)
2.      Apakah bahasa-bahasa atau data-data tersedia secukupnya (Obtainable Data)
3.      Apakah topik tersebut penting untuk diteliti (Significant Topik)
4.      Apakah topik tersebut cukup menarik minat untuk diteliti dan dikaji (Interested Topik)

1.  Managable Topik adalah salah satu saran yang berharga”jangan melakukan sesuatu yang ada diluar kemampuan” Suatu riset tidak akan berhasil jika siswa tidak mempunyai bekal pengetahuan yang cukup sehubungan dengan pokok-pokok persoalan yang akan ditelitinya. Riset tidak dapat dilakukan dengan tangan kosong dan mengambil apa saja yang dijumpai di tengah jalan. Kecuali pengetahuan, kecakapan dalam cara mengelolah data yang terkumpul juga sangat penting . hendaknya jangan sampai terjadi data telah dikumpulkan secukupnya tetapi kemudian siswa baru bertanya bagaimana mengelolah data itu.
Faktor waktu perlu dipertimbangkan sungguh-sungguh. Suatu riset akan menyita waktu jika terlalu banyak aspek yang berhubungan dengan topik. Aspek penelitian yang terlalu banyak tidak hanya memakan waktu untuk persiapan, tetapi juga dalam mengumpulkan data, penganalisian dan perumusan hasilnya. Di dalam managable topik hal-hal yang perlu dilakukan:

1.      Menggunakan metode ilmiah untuk menyelesaikan masalah
2.      Kecukupan biaya
3.      Tersedianya waktu
4.      Kemungkinan adanya sponsor atau kerja sama dengan pihak lain

2.      Obtainable Data 
Topik yang baik belum terjamin bahwa data akan tersedia,bai k data yang diperlukan untuk mengembangkan hipotetsis, siswa memerlukan perpustakkan yang cukup seperti google text,bulletin, abstrak, jurnal dsb sedangkan untuk mengecek hipotesis siswa harus pergi kelapangan kecuali untuk riset yang ditujukan untuk menyusun termpapper. Data untuk kepentingan ini tidak terjamin misalnya penelitian apabila dilakukan dengan metode interview, siswa mungkin mengalami kesulitan karena lokasi,penguasaan bahasa, larangan sosial ataupun prasangka. Data yang diperlukan mungkin tidak diperoleh karena topik penelitian yang menyangkut persoalan-persoalan yang dirahasiakan(Top Secret). Tersedianya data dapat diperoleh dengan mudah hal ini dapat meliputi :

-          Apakah sumber-sumber data cukup tersedia (perpustakaan)
-          Apakah teknik-teknik  pengumpulan data
-          Apakah ada faktor – faktor pribadi data tersebut tergantung pada waktu tertentu (misal: data tentang proses pemilu)


3.      Significant Topik
Riset yang dilakukan untuk mempersiapkan suatu tesis atau deserfasi harus memberikan sumbangan kepada ilmu pengetahuan. Jika tidak, ia terlalu besar untuk disebut tesis atau deserfasi. Sumbangan bisa berwujud materi pengetahuan , bisa juga berwujud tata kerja tau metodelogi. Apapun wujud sumbangan, untuk mencapainya, topik yang dipilih harus merupakan problem dan pemecahan masalah baru atau menimbulkan dan atau meneruskan problem lama dengan pemecahan baru.

Topik yang sesuai:
1.      Sesuai dengan bidang ilmu cakupan / ilmu pengetahuan
2.      Topik penting untuk diteliti (secara akademik)

4.      Interested Topik
Menyadari adanya bermacam macan ketentuan yang membatasi pemilihan topik seperti yang telah dijelaskan diatas ada baiknya siswa membangkitkan semangat dan minatnya terhadap topik yang akan diteliti dan dibahasnya tidak banyak yang dapat dilakukan  dari pekerjaan yang tidak dilakukan dengan semangat dan minat salah satu yang menjadi kelemahan sutu riset tidak didorong tidak untuk mencari kebenaran ilmiah, melainkan oleh keinginan untuk membuktikan kebenaran, pendapat pribadi walaupun hal ini mungkin dilakukan dengan tidak disengaja, tetapi motivasi yang demikian akan membuat orang tidak objektif. Data yang dikumpulkannya hanya data yang memperkuat pendapat pribadi,sementara yang melemahkan atau bertentangan akan digelapkan. Dalam interested topik (yang menarik):

1.      Apakah topik tsb secara pribadi dapat menrik minat dan semangat peneliti
2.      Apakah topik tsb dapat menimbulkan rasa ingin tau secara ilmiah
3.      Apakah menarik untuk dapat mengarahkan pada kebenaran ilmiah

Selasa, 12 September 2017

Tugas dan Tanggung Jawab

PENDELEGASIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB 

Pendelegasian: Proses terorganisasi dalam kerangka hidup organisasi secara langsung melibatkan banyak orang dan pribadi dalam mengambil keputusan? Pengarahan, dan pengerjaan kerja yang berkaitan dengan pemastian tugas.

Pendelegasian dilakukan dengan cara membagi tugas, kewenangan, hak dan tanggung jawab serta kewajiban.

Tanggung jawab adalah keharusan untuk melakukan semua kewajiban/ tugas-tugas yang dibebankan kepadanya sebagai akibat dari wewenang yang diterima atau dimilikinya.

Tugas adalah pekerjaan yang tanggung jawab seseorang, pekerjaan yang dibebankan sesuatu yang wajib dilakukan atau ditentukan untuk perintah agar melakukan sesuatu dalam jabatan tertentu.

Pendelegasian menurut beberapa para ahli.

1.     Menurut James A.F.Stoner
Pendelegasian adalah suatu kewajiban dalam pekerjaan yang telah ditentukan dalam organisasi,untuk melaksanakan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam bidang masing-masing jabatan.

2.     Menurut Alex S Nitisemito
Untuk kelancaran dalam memberikan wewenang. Ada beberapa teknik khusus untuk melakukan pelimpahan wewenang.
1. Tentukan dulu sasaran
2. Tentukan tanggung jawab dan otoritas
3. Berikan motivasi pada bawahan
4. Haruskah bawahan merampungkan pekerjaan
5. Memberikan latihan
6. Lakukan pengendalian



Menurut manulang dalam mendelegasikan wewenang agar proses berjalan efektif sedikitnya ada 4 hal yang harus diperhatikan.

1. Delegasi wewenang adalah anak kembar siam dengan delegasi tugas dan bila keduanya ada harus dibarengi dengan pertanggung jawaban.
2.Wewenang yang di delegasikan harus diberikan kepada orang yang tepat baik dilihat dari sudut kualifikasi maupun sudut fisik.
3.Mendelegasikan wewenang kepada seseorang harus dibarengi dengan pemberian motivasi.
4.Pejabat yang mendelegasikan kekuasaan membimbing dan mengawasi orang yang menerima delegasi.